Kamis, 31 Juli 2008

Prince Sad

Bila nanti semua kan kembali
Kembalikan yang terlelap
Dalam tungku pembakaran ini aku berdiri
Tanpa air mata,bukan tak menangis

Aku membiarkan keturunan para dewa penghibur
Menyelami hatiku,memeluku.

Bila nanti semua akan ada
Adakah luka hitam itu terobati
Atas namamu ku terpaut langkah
Kini tanpamu aku terdiam di penuhnya angkara

Ku mohon jangan biarkan
Jika ku memohon, akankah

Tangisan langit menatap pijakan bumi
Tak lagi kokoh, lemah mengalun, tak terbayangkan.
Cerminan samudra tak lagi bersandat pada awan putih
Dasar palung kini tak lagi bersandat pada awan putih
Dasar palung kini menjulang di tengah desiran angin itu

Hancurlah jika harus berserak
Meski tertinggal puing lusuh tanpamu

Kamis, 24 Juli 2008

Castle In Memory

………
Jika semua rasa gembira terpaut cinta

Saat semua itu berlalu
Tak kan henti tatap ku menjulang ke langit luas

Bahkan mendung di atas sana tak kan sanggup
Menampung butiran cerita indah
“Bukan tanpa makna”
Sebisa mungkin ku terjaga di redupnya mentari

Genggaman tangan itu menyobek duka ku
Pelukan senyap memberiku helai makna akan hidup
Tegarnya tatap mata pun tak seindah hidup ini

Lalu………
Kemana kisah itu pergi
Kemana Cinta itu mengarung

Tak kan pernah terbuai dalam angan tak pasti
Aku tak ingin meniggalkan semua yang telah teringgal
Aku tak ingin menganut paham dunia ini

Tak kan ada hati lain yang kan membawaku
Ke dalam istana masa lampau

Tak enggan kah….?
Tuk melihat
Tak sanggupkah….?
Tertinggal

Apa yang dapat ku bawa dalam kasut kehidupan ini
Di bawah gantang temaram pelita mimpi
Terperangkap kenangan lampau , seindah

Intan ……

Prince Heart

Apa yang kan terbuai dalam keindahan ini
Terpaku jika tak ku ingin
Terpana ketika semua di sini

Kita tertawa di ambang kebimbangan
Senyuman mentari kini terasa palsu
Buaian dingin malam mulai tak nyata

Mestinya ku tinggalkan saja semua
Tak kan saling menganut antara cinta dan kepedihan
Dan jika memang semua kan jadi sebuah kenangan

Maafkan aku
Pastikan cerita kita berlalu
Dan kan hanya ada di antara aku kau dan mereka

Aku lelah dengan semua yang ada
Buyarkan angan impiku dan singkirkan itu
Tak salah jika kau harus kuatkan hatimu
Dan pergilah tinggalkan saja semua

Dunia ini masih milikmu
Mimpimu adalah tetap mimpimu
Semua jalan tersedia untuk kau lewati

Langkahkan kakimu
Hentakan pijakmu untuk tetap meninggalkan aku
Cepat atau lambat kau kan melupakanku
Selamat jalan

Biarkan malam ini kesepian memeluku
Tapi jangan biarkan tangisan duka hiasi pagimu

Karena aku.
Karena kau.
Kita berdua adalah
Pelengkap cerita cinta putra mahkota kehidupan

SELAMAT JALAN

Castle In Love

Memberimu yang terindah

Berdiri sejenak kembangkan cinta
Tak ubahnya pohon jati berbau cendana
Semerbak di tengah kilaunya dunia
Aku tertegun dengan hatiku

Melambung terbang tanpa sayap
Memetik dawai kecapi bisu
Terantuk bunga di tepi danau
Semilir desir putik candamu
Beradu tawa bersama kegiranganku

Belaian tatapmu memanjakan jemariku
Terbuai, meski ku berhenti. Sejenak
Dan aku sadar dirimu adalah kelopak hatiku
Di halaman hidupku

Tuhan.
Di dalam kuasa anugrahmu
Cita berbaur kebahagiaan kini ada di duniaku
Terpaut beribu kata dalam kalimat
Makna bahasa menyadur indahnya cerita ini

Jika semua terjadi
Di antara taman bunga yang indah
Jika semua terbuai
Pada semak asmara yang lebat

Jangan biarkan semua itu semu
Khayal apakah ini tak dapat menggantikanya
Laksana kumbang kan ku siangi bunga putik mawar tanpa henti

Dan

Memberimu yang terindah

Sabtu, 12 Juli 2008

Castle In Night

Apa yang harus di ucap
Ketika malam mulai bertahtah pada terang mentari

Apa yang kan terasa ketika sobeknya kulit
Terlampau dalam dan perih

Perubahaan dunia
Perubahan jalan

Penantian angan lemah

Sadarlah wahai permaisuri hatiku
Akulah tempat peraduan kelopak rindumu
Di saat malam mulai menuding keindahan pelangi
Pelukan erat yang kan engkau sadur dalam indahnya cerita kita

Hentikan tangisanmu di jalan kegirangan hati
Lihat itu permaisuri hatiku
Pengorbananmu telah di hadapkan kepada putra mahkota kehidupan
Di jadikan tumbal permunian cinta

Di atas tungku pembakaran
Berkobar api cinta
Mengawang melambung di angkasa
Wangi semerbak bahagiamu kini telah di kenang dunia

Jangan bersedih permaisuri hatiku
Pisau belati itu kini berbalik mata
Tak kan lagi ada rintihan kulit yang tertikam sekam
Tak kan ada lagi yang dapat memisahkan keindahan cinta kita

Dalam abadinya sebuah keindahan semua itu tersimpan

Kini........
Peluk aku dalam jerami rindu
Berselimut kasih sayang
Biar langit menatap
Betapa indahnya Cinta kita

Selasa, 08 Juli 2008

Castle In Dream

Hari ini dunia menangis mengingat tawa hari kemarin

Dan jika di sini gelap, temaram lampu menampik sendunya di bawah gantang antara indanya lensa hati yang berbalut luka, membuka tabir aksara pada baris bait berbuah maut, terkulai.

Di mana kepedihan itu melabuh, ada duka menampakan cinta pada butiran air mata mengayuh riuk riuh pelepah rindu

Sabda hidup menaruh ruang atas aku, tak hingga rentah kerontah langkahku di bumi yang ku pijak ini. Kian kemari ku membalut, kesana pun ku tak sanggup, ingin rasa mengawang sepi menanti pagi beradu kantuk di jalan gelap malam. Sungguh aku letih