| Bila nanti semua kan kembali Kembalikan yang terlelap Dalam tungku pembakaran ini aku berdiri Tanpa air mata,bukan tak menangis Aku membiarkan keturunan para dewa penghibur Menyelami hatiku,memeluku. Bila nanti semua akan ada Adakah luka hitam itu terobati Atas namamu ku terpaut langkah Kini tanpamu aku terdiam di penuhnya angkara Ku mohon jangan biarkan Jika ku memohon, akankah Tangisan langit menatap pijakan bumi Tak lagi kokoh, lemah mengalun, tak terbayangkan. Cerminan samudra tak lagi bersandat pada awan putih Dasar palung kini tak lagi bersandat pada awan putih Dasar palung kini menjulang di tengah desiran angin itu Hancurlah jika harus berserak Meski tertinggal puing lusuh tanpamu |
Kamis, 31 Juli 2008
Prince Sad
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar