Ada banyak bahasa dalam setiap bentuk kalimat
Seperti sebuah bentuk tanpa makna legam di makan waktu
Tanyakan arti dari sebuah makna
Sedangkan di balik cermin begitu dalam
sesuatu yang terlihat
Sadarlah mata itu bisa mendengar teriakan hatimu
Pahamlah telinga itu bisa merasakan isi hatimu
Tidaklah tangan bukan untuk berpijak,,,,,,,,,, Dan
Kaki tetaplah bukan untuk menerima kehadiranmu
Keratan tinta telah mengulai butiran kertas cerah
Tanpa cercah cerita pun terus mengisak di punggungnya
Mahkota awan pun putih lekat layak kapas pembalut hatimu hatimu
Pernahkah cawan kepedihan tercurah di atasnya
Hingga lentiknya bulu mata kehidupan
Harus menuang kembali tangisnya
Dan kemudian tak lagi ku paham apa yang terjadi
Begitu banyak pecahan nada menusuk gendang pendengaranku
Juga dawai kecapi penuh kecupan luka menutup atsmorfir jiwaku
Aku tau juga paham
Di balik terali besi itu................
Kau sembunyikan kelembutan yang melebihi dari hati tua yang hampir rentah
Meskipun serpihan debu kan tehempas saat sayap-sayap mulai mengepak
Anggunmu akan tetap terbawa tinggi dalam keagungan angkasa
Sampai nanti samudera luas kan menyambutnya dalam keagungan angkasa
Birunya membirukan dasar palung memantulkan kawanan langit
penuhi alam mimpi saat malam tiba dan menyapaku dalam seribu angan matiku
Dan semua itu membuktikan angungnya kelembutan anggunmu
Selalu ingin berada di singasana keindahan dan enggan menyapa nyataku
Senin, 11 Agustus 2008
Minggu, 10 Agustus 2008
Gaze Of Castle
There is now one live
For looking your dream
Is a brought in many soul
Can't be leave behind
If you dont have many question
Breaking my listen abaut one talent
Talent of heart, talent to loving you
Get my answer................
You don't know
What i tell to your away
Belive I will coming throught small alley
At the same time is stepping with soul footstep
I get Your message
I'm still in here standing
Among your live and sleep
Waiting you in walke this
Only for one fact....................
For looking your dream
Is a brought in many soul
Can't be leave behind
If you dont have many question
Breaking my listen abaut one talent
Talent of heart, talent to loving you
Get my answer................
You don't know
What i tell to your away
Belive I will coming throught small alley
At the same time is stepping with soul footstep
I get Your message
I'm still in here standing
Among your live and sleep
Waiting you in walke this
Only for one fact....................
Former Prince
Tak kan ada lagi langit indah malam ini
Tak kan ada sempat bulan mengarungi malam
Tak mudah untuk bintang - bintang bertaburan
Tak mungkin................
Tertawalah jika memang itu yang terindah
Terbahak jika kau ingin semua perlahan musnah
Hati tak dapat lagi di sebut dalam relung jiwa
Sama seperti cinta yang tak lagi tumbuh di dahan putik kasih
Jangan tanya kenapa istan itu usang
Entah di makan waktu
Atau lelah tuk berdiri tegak
Karena tak sedikit bebatuan menembus dinding rumah jiwanya
Mski para penyair menyadur makna indah kaidah cinta
Walau para penabur benih berantah lunglai
Jerami kulit itu tetap tak kan selembut jemari
perang telah usai
Kasut kini telah di tanggalkan
Jubah Telah tertinggal
Pedang tak lagi terhunus
Tinggal sisa-sia pembakaran amrah
Puing cinta.............
Langit tak lagi bertahtah
Bulan pun tak lagi mendapat titah mentari
Bintang itu.............
Tidak, dia masih tetap bintang
Meski semua itu telah berakhir di beranda kehidupan
Tak kan ada sempat bulan mengarungi malam
Tak mudah untuk bintang - bintang bertaburan
Tak mungkin................
Tertawalah jika memang itu yang terindah
Terbahak jika kau ingin semua perlahan musnah
Hati tak dapat lagi di sebut dalam relung jiwa
Sama seperti cinta yang tak lagi tumbuh di dahan putik kasih
Jangan tanya kenapa istan itu usang
Entah di makan waktu
Atau lelah tuk berdiri tegak
Karena tak sedikit bebatuan menembus dinding rumah jiwanya
Mski para penyair menyadur makna indah kaidah cinta
Walau para penabur benih berantah lunglai
Jerami kulit itu tetap tak kan selembut jemari
perang telah usai
Kasut kini telah di tanggalkan
Jubah Telah tertinggal
Pedang tak lagi terhunus
Tinggal sisa-sia pembakaran amrah
Puing cinta.............
Langit tak lagi bertahtah
Bulan pun tak lagi mendapat titah mentari
Bintang itu.............
Tidak, dia masih tetap bintang
Meski semua itu telah berakhir di beranda kehidupan
Street Castle
Lama......................
Sungguh begitu lama ku tunggu
Tak tertahankan segala penghianatan
Tak terbayang segala hujatan
Ketukan benalu malam kini meranggas, punah
Tertinggal segala sesal terurung dengan sejenak memahami
Kau tak kan selamanya menaruh serakan hatimu di jalan itu
Jalan usang, hanya di penuhi segala pengharapan yang kini patah
Sesaat lalu di sana,
Di bulir tempayan itu, masih mengalir air kehidupan
Dan kemudian tertumpah di bawah kendi kemiskinan, sangat miskin'
tak punya hati meski punya hari,sungguh.Begitu terbuang
Tangan ini yang lemah terkulai
Menyisakan isak tangis belaian anak jemariku
Meraka tak sanggup tuk biarkan itu terjadi
tanpa eluh sambut tumpahan hari yang berserak
perlahan, langkah demi langkah tak sendiri
ribuan air mata tertumpah hingga luka itu semakin basag
Busuk, Penuh kebencian
Tercium jelas di hidungku
Hingga tiba di ujung jalan kelemahanku
Mata itu menatapku untuk jalanku yang telah kabur
Tangan itu menuntunku untuk cinta yang tak dapat lagi ku rasa
Kaki itu berdiri menopang untuk pijakan hari yang entah berantah kemana
Hati itu di sisihku menutup pecahan hatiku ayng berserak
Sungguh begitu lama ku tunggu
Tak tertahankan segala penghianatan
Tak terbayang segala hujatan
Ketukan benalu malam kini meranggas, punah
Tertinggal segala sesal terurung dengan sejenak memahami
Kau tak kan selamanya menaruh serakan hatimu di jalan itu
Jalan usang, hanya di penuhi segala pengharapan yang kini patah
Sesaat lalu di sana,
Di bulir tempayan itu, masih mengalir air kehidupan
Dan kemudian tertumpah di bawah kendi kemiskinan, sangat miskin'
tak punya hati meski punya hari,sungguh.Begitu terbuang
Tangan ini yang lemah terkulai
Menyisakan isak tangis belaian anak jemariku
Meraka tak sanggup tuk biarkan itu terjadi
tanpa eluh sambut tumpahan hari yang berserak
perlahan, langkah demi langkah tak sendiri
ribuan air mata tertumpah hingga luka itu semakin basag
Busuk, Penuh kebencian
Tercium jelas di hidungku
Hingga tiba di ujung jalan kelemahanku
Mata itu menatapku untuk jalanku yang telah kabur
Tangan itu menuntunku untuk cinta yang tak dapat lagi ku rasa
Kaki itu berdiri menopang untuk pijakan hari yang entah berantah kemana
Hati itu di sisihku menutup pecahan hatiku ayng berserak
Tak jauh hanya dalam hidupku ia kan berdiri sampai akhir hingga semua berakhir
Kamis, 31 Juli 2008
Prince Sad
| Bila nanti semua kan kembali Kembalikan yang terlelap Dalam tungku pembakaran ini aku berdiri Tanpa air mata,bukan tak menangis Aku membiarkan keturunan para dewa penghibur Menyelami hatiku,memeluku. Bila nanti semua akan ada Adakah luka hitam itu terobati Atas namamu ku terpaut langkah Kini tanpamu aku terdiam di penuhnya angkara Ku mohon jangan biarkan Jika ku memohon, akankah Tangisan langit menatap pijakan bumi Tak lagi kokoh, lemah mengalun, tak terbayangkan. Cerminan samudra tak lagi bersandat pada awan putih Dasar palung kini tak lagi bersandat pada awan putih Dasar palung kini menjulang di tengah desiran angin itu Hancurlah jika harus berserak Meski tertinggal puing lusuh tanpamu |
Kamis, 24 Juli 2008
Castle In Memory
| ……… Jika semua rasa gembira terpaut cinta Saat semua itu berlalu Tak kan henti tatap ku menjulang ke langit luas Bahkan mendung di atas sana tak kan sanggup Menampung butiran cerita indah “Bukan tanpa makna” Sebisa mungkin ku terjaga di redupnya mentari Genggaman tangan itu menyobek duka ku Pelukan senyap memberiku helai makna akan hidup Tegarnya tatap mata pun tak seindah hidup ini Lalu……… Kemana kisah itu pergi Kemana Cinta itu mengarung Tak kan pernah terbuai dalam angan tak pasti Aku tak ingin meniggalkan semua yang telah teringgal Aku tak ingin menganut paham dunia ini Tak kan ada hati lain yang kan membawaku Ke dalam istana masa lampau Tak enggan kah….? Tuk melihat Tak sanggupkah….? Tertinggal Apa yang dapat ku bawa dalam kasut kehidupan ini Di bawah gantang temaram pelita mimpi Terperangkap kenangan lampau , seindah Intan …… |
Prince Heart
| Apa yang kan terbuai dalam keindahan ini Terpaku jika tak ku ingin Terpana ketika semua di sini Kita tertawa di ambang kebimbangan Senyuman mentari kini terasa palsu Buaian dingin malam mulai tak nyata Mestinya ku tinggalkan saja semua Tak kan saling menganut antara cinta dan kepedihan Dan jika memang semua kan jadi sebuah kenangan Maafkan aku Pastikan cerita kita berlalu Dan kan hanya ada di antara aku kau dan mereka Aku lelah dengan semua yang ada Buyarkan angan impiku dan singkirkan itu Tak salah jika kau harus kuatkan hatimu Dan pergilah tinggalkan saja semua Dunia ini masih milikmu Mimpimu adalah tetap mimpimu Semua jalan tersedia untuk kau lewati Langkahkan kakimu Hentakan pijakmu untuk tetap meninggalkan aku Cepat atau lambat kau kan melupakanku Selamat jalan Biarkan malam ini kesepian memeluku Tapi jangan biarkan tangisan duka hiasi pagimu Karena aku. Karena kau. Kita berdua adalah Pelengkap cerita cinta putra mahkota kehidupan SELAMAT JALAN |
Castle In Love
| Memberimu yang terindah Berdiri sejenak kembangkan cinta Tak ubahnya pohon jati berbau cendana Semerbak di tengah kilaunya dunia Aku tertegun dengan hatiku Melambung terbang tanpa sayap Memetik dawai kecapi bisu Terantuk bunga di tepi danau Semilir desir putik candamu Beradu tawa bersama kegiranganku Belaian tatapmu memanjakan jemariku Terbuai, meski ku berhenti. Sejenak Dan aku sadar dirimu adalah kelopak hatiku Di halaman hidupku Tuhan. Di dalam kuasa anugrahmu Cita berbaur kebahagiaan kini ada di duniaku Terpaut beribu kata dalam kalimat Makna bahasa menyadur indahnya cerita ini Jika semua terjadi Di antara taman bunga yang indah Jika semua terbuai Pada semak asmara yang lebat Jangan biarkan semua itu semu Khayal apakah ini tak dapat menggantikanya Laksana kumbang kan ku siangi bunga putik mawar tanpa henti Dan Memberimu yang terindah |
Sabtu, 12 Juli 2008
Castle In Night
Apa yang harus di ucap
Ketika malam mulai bertahtah pada terang mentari
Apa yang kan terasa ketika sobeknya kulit
Terlampau dalam dan perih
Perubahaan dunia
Perubahan jalan
Penantian angan lemah
Sadarlah wahai permaisuri hatiku
Akulah tempat peraduan kelopak rindumu
Di saat malam mulai menuding keindahan pelangi
Pelukan erat yang kan engkau sadur dalam indahnya cerita kita
Hentikan tangisanmu di jalan kegirangan hati
Lihat itu permaisuri hatiku
Pengorbananmu telah di hadapkan kepada putra mahkota kehidupan
Di jadikan tumbal permunian cinta
Di atas tungku pembakaran
Berkobar api cinta
Mengawang melambung di angkasa
Wangi semerbak bahagiamu kini telah di kenang dunia
Jangan bersedih permaisuri hatiku
Pisau belati itu kini berbalik mata
Tak kan lagi ada rintihan kulit yang tertikam sekam
Tak kan ada lagi yang dapat memisahkan keindahan cinta kita
Dalam abadinya sebuah keindahan semua itu tersimpan
Kini........
Peluk aku dalam jerami rindu
Berselimut kasih sayang
Biar langit menatap
Betapa indahnya Cinta kita
Ketika malam mulai bertahtah pada terang mentari
Apa yang kan terasa ketika sobeknya kulit
Terlampau dalam dan perih
Perubahaan dunia
Perubahan jalan
Penantian angan lemah
Sadarlah wahai permaisuri hatiku
Akulah tempat peraduan kelopak rindumu
Di saat malam mulai menuding keindahan pelangi
Pelukan erat yang kan engkau sadur dalam indahnya cerita kita
Hentikan tangisanmu di jalan kegirangan hati
Lihat itu permaisuri hatiku
Pengorbananmu telah di hadapkan kepada putra mahkota kehidupan
Di jadikan tumbal permunian cinta
Di atas tungku pembakaran
Berkobar api cinta
Mengawang melambung di angkasa
Wangi semerbak bahagiamu kini telah di kenang dunia
Jangan bersedih permaisuri hatiku
Pisau belati itu kini berbalik mata
Tak kan lagi ada rintihan kulit yang tertikam sekam
Tak kan ada lagi yang dapat memisahkan keindahan cinta kita
Dalam abadinya sebuah keindahan semua itu tersimpan
Kini........
Peluk aku dalam jerami rindu
Berselimut kasih sayang
Biar langit menatap
Betapa indahnya Cinta kita
Selasa, 08 Juli 2008
Castle In Dream
Hari ini dunia menangis mengingat tawa hari kemarin
Dan jika di sini gelap, temaram lampu menampik sendunya di bawah gantang antara indanya lensa hati yang berbalut luka, membuka tabir aksara pada baris bait berbuah maut, terkulai.
Di mana kepedihan itu melabuh, ada duka menampakan cinta pada butiran air mata mengayuh riuk riuh pelepah rindu
Sabda hidup menaruh ruang atas aku, tak hingga rentah kerontah langkahku di bumi yang ku pijak ini. Kian kemari ku membalut, kesana pun ku tak sanggup, ingin rasa mengawang sepi menanti pagi beradu kantuk di jalan gelap malam. Sungguh aku letih
Dan jika di sini gelap, temaram lampu menampik sendunya di bawah gantang antara indanya lensa hati yang berbalut luka, membuka tabir aksara pada baris bait berbuah maut, terkulai.
Di mana kepedihan itu melabuh, ada duka menampakan cinta pada butiran air mata mengayuh riuk riuh pelepah rindu
Sabda hidup menaruh ruang atas aku, tak hingga rentah kerontah langkahku di bumi yang ku pijak ini. Kian kemari ku membalut, kesana pun ku tak sanggup, ingin rasa mengawang sepi menanti pagi beradu kantuk di jalan gelap malam. Sungguh aku letih
Langganan:
Postingan (Atom)