Senin, 11 Agustus 2008

ILLUSIVE

Ada banyak bahasa dalam setiap bentuk kalimat
Seperti sebuah bentuk tanpa makna legam di makan waktu
Tanyakan arti dari sebuah makna
Sedangkan di balik cermin begitu dalam
sesuatu yang terlihat

Sadarlah mata itu bisa mendengar teriakan hatimu
Pahamlah telinga itu bisa merasakan isi hatimu
Tidaklah tangan bukan untuk berpijak,,,,,,,,,, Dan
Kaki tetaplah bukan untuk menerima kehadiranmu

Keratan tinta telah mengulai butiran kertas cerah
Tanpa cercah cerita pun terus mengisak di punggungnya
Mahkota awan pun putih lekat layak kapas pembalut hatimu hatimu
Pernahkah cawan kepedihan tercurah di atasnya
Hingga lentiknya bulu mata kehidupan
Harus menuang kembali tangisnya

Dan kemudian tak lagi ku paham apa yang terjadi
Begitu banyak pecahan nada menusuk gendang pendengaranku
Juga dawai kecapi penuh kecupan luka menutup atsmorfir jiwaku

Aku tau juga paham
Di balik terali besi itu................
Kau sembunyikan kelembutan yang melebihi dari hati tua yang hampir rentah
Meskipun serpihan debu kan tehempas saat sayap-sayap mulai mengepak
Anggunmu akan tetap terbawa tinggi dalam keagungan angkasa
Sampai nanti samudera luas kan menyambutnya dalam keagungan angkasa
Birunya membirukan dasar palung memantulkan kawanan langit
penuhi alam mimpi saat malam tiba dan menyapaku dalam seribu angan matiku

Dan semua itu membuktikan angungnya kelembutan anggunmu
Selalu ingin berada di singasana keindahan dan enggan menyapa nyataku

Minggu, 10 Agustus 2008

Gaze Of Castle

There is now one live
For looking your dream
Is a brought in many soul
Can't be leave behind

If you dont have many question
Breaking my listen abaut one talent
Talent of heart, talent to loving you
Get my answer................

You don't know
What i tell to your away
Belive I will coming throught small alley
At the same time is stepping with soul footstep

I get Your message
I'm still in here standing
Among your live and sleep
Waiting you in walke this

Only for one fact....................

Former Prince

Tak kan ada lagi langit indah malam ini
Tak kan ada sempat bulan mengarungi malam
Tak mudah untuk bintang - bintang bertaburan
Tak mungkin................

Tertawalah jika memang itu yang terindah
Terbahak jika kau ingin semua perlahan musnah
Hati tak dapat lagi di sebut dalam relung jiwa
Sama seperti cinta yang tak lagi tumbuh di dahan putik kasih

Jangan tanya kenapa istan itu usang
Entah di makan waktu
Atau lelah tuk berdiri tegak
Karena tak sedikit bebatuan menembus dinding rumah jiwanya

Mski para penyair menyadur makna indah kaidah cinta
Walau para penabur benih berantah lunglai
Jerami kulit itu tetap tak kan selembut jemari

perang telah usai
Kasut kini telah di tanggalkan
Jubah Telah tertinggal
Pedang tak lagi terhunus

Tinggal sisa-sia pembakaran amrah
Puing cinta.............

Langit tak lagi bertahtah
Bulan pun tak lagi mendapat titah mentari
Bintang itu.............
Tidak, dia masih tetap bintang
Meski semua itu telah berakhir di beranda kehidupan

Street Castle

Lama......................
Sungguh begitu lama ku tunggu
Tak tertahankan segala penghianatan
Tak terbayang segala hujatan

Ketukan benalu malam kini meranggas, punah
Tertinggal segala sesal terurung dengan sejenak memahami
Kau tak kan selamanya menaruh serakan hatimu di jalan itu
Jalan usang, hanya di penuhi segala pengharapan yang kini patah

Sesaat lalu di sana,
Di bulir tempayan itu, masih mengalir air kehidupan
Dan kemudian tertumpah di bawah kendi kemiskinan, sangat miskin'
tak punya hati meski punya hari,sungguh.Begitu terbuang

Tangan ini yang lemah terkulai
Menyisakan isak tangis belaian anak jemariku
Meraka tak sanggup tuk biarkan itu terjadi
tanpa eluh sambut tumpahan hari yang berserak

perlahan, langkah demi langkah tak sendiri
ribuan air mata tertumpah hingga luka itu semakin basag
Busuk, Penuh kebencian
Tercium jelas di hidungku

Hingga tiba di ujung jalan kelemahanku
Mata itu menatapku untuk jalanku yang telah kabur
Tangan itu menuntunku untuk cinta yang tak dapat lagi ku rasa
Kaki itu berdiri menopang untuk pijakan hari yang entah berantah kemana
Hati itu di sisihku menutup pecahan hatiku ayng berserak

Tak jauh hanya dalam hidupku ia kan berdiri sampai akhir hingga semua berakhir

Kamis, 31 Juli 2008

Prince Sad

Bila nanti semua kan kembali
Kembalikan yang terlelap
Dalam tungku pembakaran ini aku berdiri
Tanpa air mata,bukan tak menangis

Aku membiarkan keturunan para dewa penghibur
Menyelami hatiku,memeluku.

Bila nanti semua akan ada
Adakah luka hitam itu terobati
Atas namamu ku terpaut langkah
Kini tanpamu aku terdiam di penuhnya angkara

Ku mohon jangan biarkan
Jika ku memohon, akankah

Tangisan langit menatap pijakan bumi
Tak lagi kokoh, lemah mengalun, tak terbayangkan.
Cerminan samudra tak lagi bersandat pada awan putih
Dasar palung kini tak lagi bersandat pada awan putih
Dasar palung kini menjulang di tengah desiran angin itu

Hancurlah jika harus berserak
Meski tertinggal puing lusuh tanpamu

Kamis, 24 Juli 2008

Castle In Memory

………
Jika semua rasa gembira terpaut cinta

Saat semua itu berlalu
Tak kan henti tatap ku menjulang ke langit luas

Bahkan mendung di atas sana tak kan sanggup
Menampung butiran cerita indah
“Bukan tanpa makna”
Sebisa mungkin ku terjaga di redupnya mentari

Genggaman tangan itu menyobek duka ku
Pelukan senyap memberiku helai makna akan hidup
Tegarnya tatap mata pun tak seindah hidup ini

Lalu………
Kemana kisah itu pergi
Kemana Cinta itu mengarung

Tak kan pernah terbuai dalam angan tak pasti
Aku tak ingin meniggalkan semua yang telah teringgal
Aku tak ingin menganut paham dunia ini

Tak kan ada hati lain yang kan membawaku
Ke dalam istana masa lampau

Tak enggan kah….?
Tuk melihat
Tak sanggupkah….?
Tertinggal

Apa yang dapat ku bawa dalam kasut kehidupan ini
Di bawah gantang temaram pelita mimpi
Terperangkap kenangan lampau , seindah

Intan ……

Prince Heart

Apa yang kan terbuai dalam keindahan ini
Terpaku jika tak ku ingin
Terpana ketika semua di sini

Kita tertawa di ambang kebimbangan
Senyuman mentari kini terasa palsu
Buaian dingin malam mulai tak nyata

Mestinya ku tinggalkan saja semua
Tak kan saling menganut antara cinta dan kepedihan
Dan jika memang semua kan jadi sebuah kenangan

Maafkan aku
Pastikan cerita kita berlalu
Dan kan hanya ada di antara aku kau dan mereka

Aku lelah dengan semua yang ada
Buyarkan angan impiku dan singkirkan itu
Tak salah jika kau harus kuatkan hatimu
Dan pergilah tinggalkan saja semua

Dunia ini masih milikmu
Mimpimu adalah tetap mimpimu
Semua jalan tersedia untuk kau lewati

Langkahkan kakimu
Hentakan pijakmu untuk tetap meninggalkan aku
Cepat atau lambat kau kan melupakanku
Selamat jalan

Biarkan malam ini kesepian memeluku
Tapi jangan biarkan tangisan duka hiasi pagimu

Karena aku.
Karena kau.
Kita berdua adalah
Pelengkap cerita cinta putra mahkota kehidupan

SELAMAT JALAN

Castle In Love

Memberimu yang terindah

Berdiri sejenak kembangkan cinta
Tak ubahnya pohon jati berbau cendana
Semerbak di tengah kilaunya dunia
Aku tertegun dengan hatiku

Melambung terbang tanpa sayap
Memetik dawai kecapi bisu
Terantuk bunga di tepi danau
Semilir desir putik candamu
Beradu tawa bersama kegiranganku

Belaian tatapmu memanjakan jemariku
Terbuai, meski ku berhenti. Sejenak
Dan aku sadar dirimu adalah kelopak hatiku
Di halaman hidupku

Tuhan.
Di dalam kuasa anugrahmu
Cita berbaur kebahagiaan kini ada di duniaku
Terpaut beribu kata dalam kalimat
Makna bahasa menyadur indahnya cerita ini

Jika semua terjadi
Di antara taman bunga yang indah
Jika semua terbuai
Pada semak asmara yang lebat

Jangan biarkan semua itu semu
Khayal apakah ini tak dapat menggantikanya
Laksana kumbang kan ku siangi bunga putik mawar tanpa henti

Dan

Memberimu yang terindah

Sabtu, 12 Juli 2008

Castle In Night

Apa yang harus di ucap
Ketika malam mulai bertahtah pada terang mentari

Apa yang kan terasa ketika sobeknya kulit
Terlampau dalam dan perih

Perubahaan dunia
Perubahan jalan

Penantian angan lemah

Sadarlah wahai permaisuri hatiku
Akulah tempat peraduan kelopak rindumu
Di saat malam mulai menuding keindahan pelangi
Pelukan erat yang kan engkau sadur dalam indahnya cerita kita

Hentikan tangisanmu di jalan kegirangan hati
Lihat itu permaisuri hatiku
Pengorbananmu telah di hadapkan kepada putra mahkota kehidupan
Di jadikan tumbal permunian cinta

Di atas tungku pembakaran
Berkobar api cinta
Mengawang melambung di angkasa
Wangi semerbak bahagiamu kini telah di kenang dunia

Jangan bersedih permaisuri hatiku
Pisau belati itu kini berbalik mata
Tak kan lagi ada rintihan kulit yang tertikam sekam
Tak kan ada lagi yang dapat memisahkan keindahan cinta kita

Dalam abadinya sebuah keindahan semua itu tersimpan

Kini........
Peluk aku dalam jerami rindu
Berselimut kasih sayang
Biar langit menatap
Betapa indahnya Cinta kita

Selasa, 08 Juli 2008

Castle In Dream

Hari ini dunia menangis mengingat tawa hari kemarin

Dan jika di sini gelap, temaram lampu menampik sendunya di bawah gantang antara indanya lensa hati yang berbalut luka, membuka tabir aksara pada baris bait berbuah maut, terkulai.

Di mana kepedihan itu melabuh, ada duka menampakan cinta pada butiran air mata mengayuh riuk riuh pelepah rindu

Sabda hidup menaruh ruang atas aku, tak hingga rentah kerontah langkahku di bumi yang ku pijak ini. Kian kemari ku membalut, kesana pun ku tak sanggup, ingin rasa mengawang sepi menanti pagi beradu kantuk di jalan gelap malam. Sungguh aku letih